Sep 14, 2014

Porsi Rizki

Atas anugerah dan kasih sayang Allah kepada hambanya, kita semua mendapat rizki tiada henti, berupa oksigen, sehat, nyaman, tenang dan sederet nikmat lainnya sebagai bukti bahwa Allah maha kaya, kekayaannya telah terbukti tidak habis meski telah dibagi kepada seluruh makhluknya baik yang berjalan maupun yang merangkak sejak alam ini tercipta. Karena itu, tidak ada alasan bagi siapapun meminta-minta kepada selain-Nya, terlebih lagi meminta-minta kepada sesamanya. Ibnu Mandzur, menilai rizki tidak hanya berupa material fisik seperti uang, sandang pangan tapi jauh lebih penting adalah rizki bersifat bathin bathin misalnya, hilangnya kesedihan, sehat jasamiani ruhani, nyaman dll.
Ada sebuah keterangan yang memberkan informasi bahwa porsi rizki manusia telah ditulis Allah sejak dalam kandungan sejak janin berusia 120 hari. Rizki tersebut dibagikan selama kurun waktu menjalani kehidupan dunia hingga ajal berbicara, antara hamba yang satu dengan yang lainnya diberi perbedaan agar terjadi kelangsungan sunnatullah, ada yangbanyak dan ada yang sedikit, catatan pembukuannya erat dalam genggamanya, So.. tak ada gunanya harus iri apalagi dengki dengan kenikmatan orang lain, begitupula tak ada alasan membanggakan usahanya, bukankah semua telah diaturoleh sang maha teratur, teratur dalam pemberian dan teratur dalam jumlahnya. Pendek kata porsi rizki itu kuasa Allah ta'ala tidak bisa dipaksa-paksa, Allah berfirman:

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ
“Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezki.” (QS. An Nahl: 71)

Yang tahu jumlah rizki hanya Allah ta'ala, semua rahasia itu erat dalam genggaman-Nya, jangankan untuk masa depan yang lama, untuk esok hari saja manusia tidak mengetahuinya, sesuai dengan firman-Nya.

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا....….
" Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. (QS. Lukman : 34).

Kerahasiaan itu dimaksudkan agar supaya setiap insan tidak bermalas malasan dalam usaha, keberhasilan semata-mata bukan karena hasil usaha manusia tetapi karenya-Nya, tetapi bukan berarti pasrah tanpa usaha, pada akhirnya nanti kberhasilan usaha akan mendorong manusia untuk bersyukur dan bernilai ibadah, begitupula kegegalan juga pada akhirnya mendorong manusia untuk bersabar dan bernilai ibadah pula. Jangan bangga dengan keberhasilan pun jangan kecewa karena kegagalan, keduanya ada ibadah mulya di dalamnya.

Faktanya pada saat ini banyak orang mengeluh karena usahanya gagal dan bahkan ada sebagian orang resah bukan karena rugi tapi semata-mata karena hasil yang didapat hari ini lebih kecil dari hari-hari sebelumnya, tak jarang pula ada sebagian orang yang masih membangga-banggakan strateginya dalam mencari rizki sehingga tak terasa lewat jalan pintas, manipulasi, curang dan terjerumus dalam transaksi yang dilarang oleh Allah swt. Anehnya dengan bangga ia ceritakan kepada sesamanya, Naudzubillah..

Dalam perjalan pencarian rizki manusia dihadapkan pada pilihan cara, cara halal namun lambat, cara haram tetapi cepat untuk menghasilkan rizki melimpah, tidak sedikit manusia terjebak dalam pilihannya, sampai terjerumus ke dalam lembah nista, dengan cara mencuri atau korupsi, dengan cara manipulasi atau melalui cara tipu sana tipu sini. Mencari rizki sebagai sarana ibadah hukumnya adalah ibadah, tetapi dengan cara haram seperti ini, mencari rizki berharap mendapat rahmat, namun bukan rahmat malah laknat di dapat

Rizki diberikan kepada manusia tidak lain adalah untuk menegakkan tulang iga supaya ia mampu beribadah kepada Allah swt, karena tugas utamanya adalah semata-mata beribadah kepada Allah, bukan memburu karunianya apalagi menumpuknya, karena mencari sarana untuk ibadah sehingga Allah memuji bagi orang yang bekerja keras, tetapi bisa jadi karena tidak sadar dengan tujuan utama hidupnya sehingga manusia mencari karunia Allah untuk ditumpuknya kemudian harta tersebut tidak menjadi sarana memuluskan perjalanannya ke ridho-Nya tetapi malah membuat murkaNya.

Oleh karena itu mencari harta yang halal sudah tidak bisa ditawar-tawar, terlebih di zaman akhir, silahkan baca : tanda akhir zaman , Rizki sebagai sarana pengantar untuk beribadah harus benar-benar halal dan thoyyib, ibarat orang minum, rizki adalah gelasnya, minum dengan gelas bersih supaya badan sehat, jangan coba coba minum dengan gelas kotor kalau ingin hidup sehat. Jalani kehidupan ini dengan rizki halal dan memohon keberkahan dari Allah bila ingin hidup berbahagia di dunia, sungguh harta yang tidak berkah itu banyak indah dan banyak dalam hitungan tapi hakikatnya sedikit sekali manfaatnya, dan tidak punya pengaruh baik untuk mencapai kedamaian dalam hatinya. Karena Rizki yang berkah itu sangatlah penting

Rizki yang berkah adalah, rizki yang mempunyai efek kebaikan berlipat ganda pada setiap lini keidupannya, Namun perlu dingat, pengertian berkah ini tidak melulu identik dengan banyaknya materi yang dimiliki, tetapi juga menyertai harta yang sedikit. Hal ini tercermin pada diri yang merasa berkecukupan memenuhi kebutuhan keluarganya, meskipun income yang didapatkan masih tergolong jauh dari cukup. Namun tak jarang kita melihat kebahagiaan selalu menyelimutinya. Seperti yang disindir di dalam Hadits Hakim bin Hizam Radhiyallahu 'anhu di bawah ini, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya :

يَا حَكِيمُ إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرٌ حُلْوٌ فَمَنْ أَخَذَهُ بِسَخَاوَةِ نَفْسٍ بُورِكَ لَهُ فِيهِ وَمَنْ أَخَذَهُ بِإِشْرَافِ نَفْسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ وَكَانَ كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلَا يَشْبَعُ

"Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini begitu hijau lagi manis. Maka barangsiapa yang mengambilnya dengan kesederhanaan jiwa, niscaya akan diberkahi. Dan barangsiapa mengambilnya dengan jiwa serakah , niscaya tidak diberkahi; layaknya orang yang makan, namun tidak pernah merasa kenyang".( HR al Bukhari, kitab az Zakat)

Mungkin di lain waktu, saya akan jelaskan lebih detail lagi tentang rizki berkah, jangan sangka bahwa harta banyak adalah berkah, kerja ringan dengan pendapatan berlimpah adalah makna berkah, bukan sungguh bukan itu . Di penghujung tulisan ini marilah kita renungkan hadits nabi di bawah ini :
َ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلَالِ أَمْ مِنْ الْحَرَامِ
"Akan datang suatu masa pada manusia, seseorang tidak peduli terhadap apa yang digenggamnya, apakah dari halal atau dari yang haram" (HR al Bukhari, kitab al Buyu’, bab Man Lam Yubali min Haitsu Kasaba al Mal (4/296)

Aug 18, 2014

Hukum Khitan

Pada blog Ceramah singkat yang sudah lama tidak update ini akan membahas tentang apa hukum khitan dan hikmahnya, termasuk didalamnya adalah khitan itu mengikuti agama siapa? Beberapa bulan lalu juga ada pendapat yang pernah menggemparkan di dunia fiqh bahwa ada penemuan adanya indikasi yang membahayakan khitan bagi perempuan? Beberapa pertanyaan di atas akan coba kita urai satu persatu, terkait juga admin dapat amanah ceramah singkat untuk menjelaskan tentang khitan di jawa timur di mana kampung kami berada, setelah hampir 20 tahun tidak pernah ceramah di sana.

secara bahasa khitan artinya memotong. Dan terkadang dalam kajian fiqh khitan juga dipakai untuk menyebut alat kelamin, seperti di dalam sebuah hadits yang menyebutkan

"Apabila terjadi pertemuan dua khitan, maka telah wajib mandi" (H.R. Muslim, Tirmidzi dll).

Pengertian khitan secara istilah adalah memotong kulit yang menutupi alat kelamin lelaki (penis). Dalam bahasa Arab khitan juga digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki dan perempuan seperti dalam hadist yang mengatakan "Apabila terjadi pertemuan dua khitan, maka telah wajib mandi" (H.R. Muslim, Tirmidzi dll.)Khitan sendiri dari bahasa Arab yang berarti sedangkan menurut Imam Nawawi Khitan adalah Pengertian Khitan
Adapun menurut ‘ulama fiqh, sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi sebagai berikut :

اَلْخِتَانُ هُوَ فِى الذَّكَرِ قَطْعُ جَمِيْعِ اْلجِلْدَةِ الَّتِى تُغَطّى اْلحَشَفَةَ حَتَّى تَنْكَشِفَ جَمِيْعُ اْلحَشَفَةِ، وَ فِى اْلاُنْثَى قَطْعُ اَدْنَى جُزْءٍ مِنَ اْلجِلْدَةِ الَّتِى فِى اَعْلاَ اْلفَرْجِ.
Khitan bagi laki-laki ialah memotong semua kulit yang menutupi kepala dzakar, sehingga terbuka kepala dzakar seluruhnya. Sedangkan bagi wanita ialah memotong sedikit bagian berupa kulit yang berada di atas lubang kemaluan (yang menutup kelenthit). [Diambil dari Syarah Muslim oleh Imam Nawawiy]

Secara eksplisit di dalam al Qur’an tidak dsebutkan tentang dalil khitan, tetapi secara implisit bisa di jadikan sebagai sumber adalah mengikuti millah Nabi Ibrahim as. Allah berfirman ;

ثُمَّ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ اِبْرهِيْمَ حَنِيْفًا. وَمَا كَانَ مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ. النحل:123
"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif. Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah”. [QS. An-Nahl : 123]

Pengertian millah, dan agama atau sunnat
Kata Millah dipakai dalam istilah Bahasa Arab menunjuk kepada ajaran agama. Antara Millah dan a-Din adalah konteks yang hampir sama meskipun tidak sama persis dengan kata ad-Din, Biasanya Millah digunakan ketika kata tersebut dihubungkan dengan nama Nabi yang kepadanya agama itu diwahyukan dan Din digunakan ketika dihubungkan dengan salah satu agama atau sifat agama, atau dihubungkan dengan Allah yang mewahyukan agama tersebut. Seperti millah Ibrahim, millah Ishaq sedangkan ad-Din biasanya digunakan dengan penyebutan agama secara umum misalnya dinul-islam, dinil-haqq, dini-llah dan sebagainya. Perwujudan millah Ibrahim as adalah agama Islam itu sendiri dengan berbagai penyempurnaan dari Allahu rabbul ‘alamin Sebagaimana firman Allah:

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”(QS. Al Maidah :3)
Adapun kaitannya dengan khitan, salam sebuh hadits dinytakan bahwa Nabi Ibrahim dikhitan pada usia 80 tahun, Nabi Ibrahim as di khitan pada usia 80, sebagaimana HR Bukhari-Muslim;

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : اختتن إبراهيم عليه السلام وهو ابن ثمانين سنة بالقدوم
Artinya: "Ibrahim ‘alaihissalam telah berkhitan dengan qadum (nama sebuah alat pemotong) sedangkan beliau berumur 80 tahun dengan kapak (bc: pisau)"

Ada beberapa pendapat ulama’ tentang khitan ini, menurut Jumhur ulama’ (mayoritas ulama), hukum khitan bagi lelaki adalah wajib. Pendukung pendapat ini adalah Imam Syafi'i, Ahmad, dan sebagian pengikut imam Malik, seedangkan Imam Hanafi berpendapat khitan wajib tetapi tidak fardlu.

Imam Malik berpendapat khitan hukumnya sunnah. Begitu juga riwayat dari Imam Hanafi dan Hasan al-Basri mengatakan sunnah. Tetapi bagi Imam Malik, sunnah kalau ditinggalkan berdosa, karena menurut kelompok madzhab ini sunnah adalah antara fardlu dan nadb. Pendapat ini senada dengan pendapat Ibnu Abi Musa dari ulama Hambali yang mengatakan sunnah muakkadah.

Sedangkan bagi Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mughni mengatakan bahwa khitan bagi lelaki hukumnya wajib dan kemuliaan bagi perempuan, andaikan seorang lelaki dewasa masuk Islam dan takut khitan maka tidak wajib baginya, sama dengan kewajiban wudlu dan mandi bisa gugur kalau ditakutkan membahayakan jiwa, maka khitan pun demikian.

Bahkan khitan ini juga merupakan bagian dari syariat agama-gama lain seperti ditemukan di dalam Bible Lukas 2:21 ”Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” Namun kami belum memastikan kebenaran keberadaan di lukas tersebut.

Adapun hikmahnya akan kami tulis dalam posting berikutnya ..semoga manfaat

Jul 19, 2014

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar selalu saja muncul pertanyaan dalam sebuah majlis pengajian, pertanyaannya sangat singkat
tetapi jawabannya harus panjang lebar, karena menyangkut aqidah (kepercayaan) akan datangnya lailatur qadar..

Terlebih dahulu yang harus di jawab adalah apa itu lailatul qadar, lailatul qadar adalah malam yang diberkahi yang didalamnya diturunkan al Qur’an sebagai pedoman sepanjang zaman, tak usang meskipun zaman semodern seperti apapun. Kitab yang isinya tentang peta khidupan memuat aqidah, syari’ah, tarikh dan hukum syara’. Ketika al Qur’an sudah diturunkan apakah masih ada malam mulya tersebut ? ada sebagian kecil ulama’ yang menganggap bahwa malam lailatul qadar hanya terjadi satu kali saja berdasarkan firman Allah didalam surat (QS. ad-Dukhan: 2-3)

وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ. إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ.
Demi Kitab (al- Qur'an) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.

Pendapat yang menyatakan tidak ada lagi malam yang diberkahi atau lailatul qadar tersebut dibatah oleh mayoritas ulama’ , bahwa lailatul qadar terus ada sampai dunia ini gulung tikar, berdasarkan informasi dari QS. Al-Qadr, yang diredaksikan dengan bentuk fi’il mudhori’ tanazzalu (akan turun)malaikat dan jibril dengan izin Allah. Lailatul qadar dapat ditemui di salah satu malam bulan Ramadhan. Bagi kita yang terpenting adalah mengimana bahwa lailatul qadar itu ada, kemulyaannya lebih daripada malam seribu bulan, adapun wujud dan cirinya dalah masih dalam perdebatan ulama’ namun keberadaannya adalah sebuah kepastian yang tidak terbantahkan lagi. Marilah kita lihat surat al-Qadr secara lengkap:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ. سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ.
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Tahukah engkau tentang lailatul qadar, pertanyaan dengan kata yang sama seperti ini terulang sebanyak 13 kali di dalam al Qur’an, 10 diantaranya adalah menanyakan hal hal yang diluar batas pengetahuan manusia yang berkaitan dengan kiamat, kitab catatan amal, neraka dll.. Sedangkan tiga yang lain adalah untuk menananyakan langit diwaktu malam (at-thariq) dan jalan sulit yang mendaki (‘aqabah) dan menanyakan tentang tema yang kita bahas pada saat ini yaitu lailatul qadar

وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا العقبة
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

Nah, dari sini kita dapat mengambil kesimpulan sementara, bahwa lailatul qadar tidak bisa diketahui secara pasti kapan terjadi, begitu juga tanda-tandanya tidak bisa divisualisasikan secara jelas. Semua masih erat dalam genggaman Allah swt, seandainya ada keterangan dari hadits tentu masih dalam tahap perdebatan kebenaran dan makna verbal hadits tersebut, seperti, air membeku, hening, angin sepoi-sepoi dan lain sebagainya, karenanya memang menjadi rahasia dan harus dicari di semua malam-malam bulan Ramadhan, tidak hanya 10 terakhir di bulan Ramadhan. Seperti yang banyak dipahami oleh kebanyakan orang dengan dalih qiyamul lail dan I’tikaf lebih-lebih di 10 terkahir di bulan Ramadhan. Padahal sudah semestinya memang demikianlah seharusnya ketika ibadah puasa sedang berada dalam puncak tertingginya, diharapkan mencapai hari ke-20 adalah hari dimana sedang memuncaknya nilai spiritualitas seseorang dan dilengkapi dengan rutinitas i’tikaf terutama sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan tersebut.

Lailatul qadar ibarat tamu yang di undang, ia akan datang kepada orang yang mengundangnya dan telah mempersiapkan segala sesuatunya, kebersihan fisik serta kejernihan hati dengan spirit yang tinggi. Kalau ada tamu agung yang datang ke kampung anda, apakah akan singgah di setiap rumah? Tentu ‘tidak’, ia hanya singgah kepada orang yang telah mengundangnya dan telah mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka penyambutannya.

Nah, marilah kita undang dengan tadarrus, memperbanyak dzikir, ampunan, sedekah serta amal perbuatan baik lainnya, semoga undangan tersebut membuat kita mempunyai kesiapan lahir-bathin untuk ditemui lailatul qadar amiin

Jul 18, 2014

Duka Cita Mendalam Tragedi Jatuhnya Pesawat MH-17


Untung tak bisa dikejar naas tak dapat dihindari inilah ungkapan yang menggambarkan betapa naasnya semua penumpang yang berada dalam pesawat MH-17 penerbangan rute Amstterdam ke Malaysia yang diduga jatuh karena di tembak di daerah timur Ukraina pada tanggal 17 Juli 2014 lalu.


Duka cita mendalam tragedi jatuhnya pesawat MH-17 ditembak jatuh dari ketinggian 10 kilometer, pesawat tersebut hangus terbakar, semua penumpang dinyatakan tidak ada yang selamat, betapa tragisnya tragedi penembakan tersebut, 280 penumpang dan 15 awak pesawat dinyatakan meninggal dunia, Kami warga Indonesia juga turut mengungkapkan belasungkawa sedalam-dalamnya terutama kepada keluarga yang diantaranya adalah 12 orang dari Indonesia. Adapun dalam beberapa sumber menyebutkan nama-nama korban dari Indonesia adalah;

  1. Hadiono Gunawan/pria
  2. Yodricunda Theistiasih/wanita
  3. Ketut Wiartini/wanita
  4. Yuli Hastini/wanita
  5. Vickline Kurniati Kardia/wanita
  6. Supartini/wanita
  7. Hendry/pria
  8. Gerda Leliana Lahenda/wanita
  9. Werther Smallenburg/pria
  10. Jane M Hadi Soetjipto/wanita
  11. Wayan Sujana/pria
  12. Clarice Yelena Huizen/bayi

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan oleh Allah kesabaran dan yang meninggal dunia diampuni segala dosanya dan di berikan tempat yang layak disisinya amin ya rabbal alamin

Jul 17, 2014

Adab Berbuka Puasa dan Dalilnya

Salah satu yang harus dilakukan oleh orang yang melaksanakan ibadah puasa adalah berbuka puasa, hukum berbuka puasa adalah wajib, karena itu tidak ada tuntunannya seseorang yang berpuasa sehari semalam, jika kita mendengar ada seseorang melaksanakan puasa sehari semalam dengan niat tertentu maka pahamilah mereka berbuka namun sekedar untuk membatalakn puasa saja, kemudian ia tidak makan semalam suntuk. Mengingat pentingnya berbuka puasa tersebut kali ini akan membahas adab berbuka puasa dan dalilnya.

Setelah menahan lapar dan dahaga seharian penuh dan dalam berpuasa jangan sampai berbuka dengan ucapan main-main (malahiy) lebih lebih dengan ucapan yang haram, inilah yang disarankan oleh Rasul saw, ada seseorang yang berpuasa namun di siang harinya ia berbuka dengan yang haram, seperti gosip, adu domba, ghibah dan lain sebagainya. Karena inti puasa adalah pengendalian diri bila tidak bisa mengajak puasa seluruh anggota tubuh atau panca inderanya lalu apa bedanya dengan hewan yang dipaksa diajak berpuasa dengan cara tidak memberikan makan, minum dan kawin. Sama saja dengan puasa hewani  dan yang diharapkan adalah Adab berbuka puasa adalah sebagai berikut

Segerakan berbuka, apabila telah datang waktu berbuka jangan menunggu lama untuk berbuka puasa, mensegerakan berbuka puasa hukumnya sunnat, begitulah keindahan Agama Islam dalam memperlakukan ummatnya. Agama Islam tidak memberatkan ummat pemeluknya, karena itu tidak ada alasan sedikitpun untuk tidak melakukan tuntunan agama yang wajib. Bila seseorang tidak mampu karena udzur maka dibolehkan baginya untuk tidak berpuasa, tentunya udzur yang sesuai dengan syar’i misalnya sakit, dalam perjalanan, karena tua renta dll, pedoman disunnatkan untuk men-segerakan berbuka adalah hadits Dari Sahl bin Sa'ad ra, Rasulullah saw bersabda: “Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka" [HR Bukhari 4/173 dan HR. Muslim 1093].

Makanlah yang manis-manis, seperti kurma, buah atau makanan lain yang manis hal ini dipahami dari hadits Nabi saw: Diriwayatkan dari Salman bin Amir, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Apabila salah seorang diantara kamu puasa hendaklah berbuka dengan kurma, bila tidak ada kurma hendaklah dengan air, sesungguhnya air itu bersih. ( H.R : Ahmad dan At-Tirmidzi ). Sebisa mungkin untuk tidak memakan makanan yang berat karena lambung masih kosong dan menghadapi sholat maghrib.

Apabila makan malam sudah dihidangkan maka makanlah terlebih dahulu, karena yang demikian itu akan lebih membuat khusyu’ didalam sholat. Lebih makan makan sambil ingat sholat dari pada sebaliknya di tengah pelaksanaan sholat ingat makan, mendahulukan makan yang sudah dihidang tersebut berdasarkan Hadits Nabi saw dari Anas ra, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila makan malam telah disediakan, maka mulailah makan sebelum shalat Maghrib, janganlah mendahulukan shalat daripada makan malam itu ( yang sudah terhidang ). ( H.R : Bukhary dan Muslim )

Masa penantian berbuka adalah masa yang paling indah dan saat-saat spiritualitas kita meningkat, mengingat senangnya seseorang di dalam berbuka karena itu perbnanyaklah membaca do’a. Doa orang yang berpuasa adalah sangat maqbul. Semoga puasa kita semua menjadi puasa yang mengatarkan kita menjadi orang yang bertaqwa
 
Unduh dari newwpthemes | Editor by Pusat Khutbah -