Apr 15, 2014

Ceramah Singkat

Admin Blog ini membuka ruang iklan untuk usaha sobat semua bila dibutuhkan kami siapkan space khusus untuk menayangkan iklan dengan biaya per-bulan, dengan bayar pulsa. Sebelum pembayaran silahkan hubungi kami terlebih dahulu

Perlu anda ketahui bahwa Blog ini minimal dikunjungi kurang lebih 10.000 visitor. Dengan kunjungan tersebut jikakita menggunakan perhitungan 5% saja dari pengunjung tersebut tertarik, maka kepada 500 visitor usaha anda akan terkunjungi.

Belum lagi blog ini terintegrasi dengan twitter dan facebook admin plus FP yang memang baru beranjak puluhan Likers,

Bila tertarik silahkan kirim email ke admin blog ini.

KONTAK KAMI
Email: ceramahsingkat@gmail.com
SMS Only: 0882-1065-7452
atau bisa juga melalui mention di twitter dan facebook yang kami kelola

Apr 10, 2014

Setelah Koalisi....

Tapak kaki sang petualang telah kembali ke gudang
Nampak terang dalam otaknya seperti kelelahan
Ada yang senyum menyerigah karena menang
Ada yang merintih pilu bercucur air mata kesedihan

Direkam semua jejaknya
Dihitung semua angkanya
Dilirik hendak berteman atau melawan
Setelah jadi lawan
Esok menjadi teman

Kumpulan teman campur lawan
Juga hendak membuat sebuah kekuatan
Kekuatan untuk mengalahkan lawan
Saling melawan, saling menang

Kau yang ku cinta hendak dipinang
Entah mau dibalut sutera atai di ukir noda
Setelah koalisi diapakan dirimu
Negeri tercinta bersabarlah...
Bersabarlah menunggu perlakuannya
Tuhan pemilik segalanya

Apr 4, 2014

Jadi Nabi Palsu Aja #plakk

Rupanya opini nabi palsu ingin tampil juga disela-sela gencarnya berita tentang perhelatan politik menuju kursi legisatif dan ekskutif, opini nabi palsu bak iklan yang mengajak berhenti sejenak untuk menikmati lucunya sang pengaku nabi palsu. Hari gini.., masyarakat sudah secerdas sekarang masih saja ada yang mengaku menjadi Nabi. haha....

Ini hanya humor belaka, tak usah ditanggapi serius ya, sebut saja ada dua orang yang satu pejabat tinggi yang satu rakyat jelata, keduanya sama sama mengetahui profil dan kehebatannya

Pejabat: "Kang, saya butuh orang untuk meduduki jabatan penting di daerah ini"
Kang : "jabatan itu, kok kelihatannya menarik sekali..."

Pejabat: "Aku butuh camat yang bisa membangun daerah ini menjadi daerah maju"
Kang : "nggak mau...!!!" Pejabat tersebut kaget bukan kepalang
Kang: "masak aku sehebat ini cuma jadi camat, aku habis baca buku segudang kok..!"

Pejabat: "lho.. terus mau jadi apa?.., masak mau jadi bupati, Kang".
Kang: "jangan jadi bupati atau menteri, jadi presiden saja saya tidak mau..?

Pejabat tersebut kaget bukan kepalang

Pejabat:" lalu..! mau jadi apa kang?"
Kang: "Aku mau jadi Nabi aja" #plakkkk tamparan mendarat di pundaknya,
Pejabat:" Jadi NABI PALSU aja, Syahadatlah kang..."

Malu Menjadi Ciri Khas Manusia Sehat


اَلْـحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ
“Malu itu kebaikan seluruhnya.”(HR. Bukhari-Muslim)

CERAMAH tasawuf | Malu menjadi ciri khas manusia sehat secara spiritual, sifat ini disematkan kepada manusia agar menimbulkan kemampuan untuk menahan diri dari berprilaku binatang, kata al haya’u (malu) seakar dengan kata al-hayatu (hidup), Ibn Qayyim menegaskan, Sedikitnya rasa malu tanda hati dan ruh mati, juga seakar dengan kata al-hayaa (air hujan) yang berarti menumbuhkan dan membangkitka untuk menjalankan perintah karena malu kepada Allah, derajat sifat malu amatlah mulia di Sisi-Nya.

Sedangkan menurut istilah malu adalah akhlaq yang sesuai dengan sunnah, membangkitkan fikiran untuk meninggalkan perkara yang buruk dan menjalankan perintah Allah sebagai kewajiban dan memenuhi hak Allah atas hambanya. Bisa dibayangkan betapa bejatnya orang yang kehilangan sifat malu “Sesungguhnya termasuk yang didapati manusia dari perkataan para nabi terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu maka lakukanlah sekehendakmu’

Al kisah ada seorang sahabat mendengar
Rasul saw bersabda: “Hendaklah kamu benar-benar malu kepada Allâh!”.
Kami mengatakan, “Wahai Rasûlullâh, al-hamdulillah kami malu (kepada Allah)”.
Rasul bersabda: “Bukan begitu, Tetapi sesungguhnya malu kepada Allâh adalah engkau menjaga kepala dan isinya, menjaga perut dan apa yang berhubungan dengannya, dan hendaklah engkau mengingat kematian dan kebinasaan. Dan barangsiapa menghendaki akhirat, dia meninggalkan perhiasan dunia. Barangsiapa telah melakukan itu, berarti dia telah benar-benar malu kepada Allah (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Karena malu adalah sifat tentu bisa menmpel dimana-mana, bahkan bisa menempel diperbuatan baik, ada sebagian orang yang melakukan perbuatan buruk karena malu dengan temannya, ada juga yang melakukan ibadah karena malu, begitu juga sebaliknya. Malu kepada Allah bila tidak melakukan kewajiban dan menjauhi larangan-Nya karena malu kepada Allah, malau dalam konteks ini adalah sebagian dari perbuatan iman. Jadi, Koruptor yang merampok uang rakyat tidak lain adalah disebabkan karena pada saat melakukannya pasti tidak disertai dengan sifat malu, sehingga dengan mudah ia melakukan semaunya
Rasul Saw bersabda :
إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ اْلأُوْلَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Sesungguhnya di antara apa yang didapati manusia dari kalam nubuwwah yang terdahulu adalah “apabila engkau tidak malu, maka lakukanlah semaumu”(HR. Al Bukhari / 6120)

Dahulu, orang-orang Jahiliyyah –yang berada di atas kebodohannya- sangat merasa berat untuk melakukan hal-hal yang buruk karena dicegah oleh rasa malunya, diantara contohnya ialah apa yang dialami oleh Abu Sufyan ketika bersama Heraklius ketika ia ditanya tentang Rasul saw
“Demi Allah, kalau bukan karena rasa malu yang menjadikan aku khawatir dituduh oleh mereka sebagai pendusta, niscaya aku akan berbohong kepadanya (tentang Allah swt).” (HR.al-Bukhari). Rasa malunya menghalangi dia untuk berbuat dusta atas nama Rasulullah saw lantaran malu jikalau Abu Sufyan akan dituduh sebagai pendusta.
***
Menempatkan sifat malu sesuai pada porsi dan kebutuhannya akan menjadi hiasan setiap aktifitas yang dikerjakan, malu kepada Allah dalam meninggalkan perintah, malu kepada jabatan bila berkhianat dan seterusnya, untuk itu perlu bagi kita mengoptimalkan rasa malu itu dengan membangun logika akal sebagai pertimbangannya dan agama sebagai ‘patokan’ hidupnya, agar merasakan malu atas tanggung jawab yang diembannya Rasul saw bersabda:

مَا كَانَ الْفُحْشُ فِي شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ، وَمَا كَانَ الْحَيَاءُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ
“Tidaklah perbuatan keji ada pada sesuatu kecuali akan mengotori. Dan tidaklah sifat malu ada pada sesuatu melainkan pasti akan menghiasinya.”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Dalam kaitannya masalah di atas Hasan al-Bashripernah mengatakan ada empat hal bila empat hal tersebut ada pada diri seseorang satu saja maka ia dianggap menjadi oranag yang sholih
  • Agama sebagai petunjuknya
  • akal yang meluruskannya
  • mawas diri yang menjaganya
  • malu yang menggiringnya.”
Sifat malu membuahkan terjaganya kehormatan dan wara’ yang merupakan sifat mulia di hadapan Allah dan makhluknya, seseorang yang hidup tanpa rasa malu akan dibenci oleh manusia lainnya, terlebih lagi jika soal makan (harta) dan jabatan. Gejolak akhir-akhir ini banyak yang sudah tidak malu-malu dalam soal jabatan telah terjadi, mayoritas yang ingin duduk sebagai calon legislatif dibangsa ini minta dipilih, menurut kami, hal itu adalah sangat menggelikan bukankah mereka juga harus malu pada dirinya sendiri bila tidak mempunyai kelebihan dan kehebatan dalam menejemen berstrategi mengatur rakyatnya. Namun yang terjadi bukan sikap malu yang tumbuh adalah dorongan nafsu merasa bisa menjadi pimpinan. Mungkinkah masih ada rasa malu dalam dirinya? jawabnya yang pasti dapat dijumpai dalam dirinya masing-masing

Mar 27, 2014

Jujur Menjadi Pintu Masuk Semua Kebaikan


Rasulullah selalu berpesan agar setiap muslim untuk berlaku jujur, jujur terahdap Allah, dirinya dan terhadap orang lain terutama pada saat dibutuhkan dengan cara dengan mengatakan apa adanya meskipun harus menanggung akibatnya, seperti dalam persidangan yang menyangkut hajat orang banyak, seperti dimintai kesaksian di pengadilan apalagi terkait dengankasus korupsi uang negara, sebagaimana Hadits Nabi saw yang diriwayatkan oleh Ibn Hibban
قل الحق ولو كان مرا
Katakan kebenaran walau pahit (HR. Ibnu Hibban)
Makna gampangnya, Jujur adalah mengatakan sesuatu sesuai dengan kejadian yang sebenarnya, tanpa ada tendensi untuk menutupi kesalahan orang lain, kita bisa bayangkan seandainya para saksi itu berkata jujur maka hakim akan dengan mudah menjernihkan putusannya, yang salah diputus salah dan sebaliknya yang benar akan mendapat kebenarannya. 

Alangkah damainya dan tentramnya hidup dalam bangsa yang penuh dengan kejujuran, akibat yang dirasakan dari perbuatan jujur adalah kebaikan yang merata ke segala arah, tak terbedakan mana penguasa atau rakyat jelata, tak ada lagi mana cicak dan mana buaya. Pendek kata kejujuran menjadi pintu masuk semua kebaikan. Sebaliknya, Kebohongan membuka jalan lebar kepada keburukan, uniknya di dalam perbuatan bohong, untuk menutupinya butuh kebohongan yang lebih besar lagi, dari kebohongan semula.
Kejujuran rupanya mempunyai pertalian erat dengan aqidah. Seseorang yang aqidahnya kuat akan selalu berbuat jujur, karena merasakan kemaha hadiran Allah swt, setiap gerak dan langkahnya selalu merasa diawasi oleh Allah swt Yang Maha Mengetahui. 

Rasul saw bersabda yang diriwayatkan oleh Aisyah dikatakan bahwa: “ Sifat yang dibenci oleh Rasulullah adalah bohong”. Kalau ada orang yang berbohong sekali, maka tidak akan hilang dalam ingatan Rasulullah sampai orang itu bertaubat. Mengapa bohong itu sangat serius ? dan jujur sangat penting ?. Jujur adalah pintu kebaikan. Bohong adalah pintu kejahatan. Artinya, kalau yang kita buka adalah pintu kejujuran, maka akan masuk asemua kebaikan, sebaliknya bohong adalah pintu kejahatan, kalau dibuka pintu kebohongan maka akan masuk seluruh kejahatan.
Ada seorang yang datang kepada Rasulullah ingin memeluk agama Islam tetapi ia hobby berzina. Persoalan tersebut jika dibawa kepada seorang psikiater mungkin resepnya akan beraneka warna, tetapi Rasulullah memberikan resep yang sangat singkat, yaitu tidak boleh berdusta (bohong). Apa hubungan zina dengan bohong ? bohong adalah pintunya, jika pintunya dibuka, maka segala dosa itu akan masuk, tapi jika kebohongan itu ditutup maka segala dosa tidak akan masuk. Artinya dari seluruh kejahatan yang kita kerjakan itu akibat kita sering berani berbohong dan berdusta.

Sebagai orang mu’min sifat jujur adalah salah satu ciri yang harus dilekatkan dalam dirinya, mungkin saja orang mukmin bermaksiat tetapi seorang mu’min tidak mungkin melakukan kebohongan. Suatu hari Rasulullah saw bersabda: “ setiap mu’min mungkin saja mempunyai sikap yang jelek,. Tetapi yang tidak boleh adalah dusta dan khianat, kemudian datang seseorang yang bertanya, wahai.. Rasul saw, mungkinkah seorang mu’min itu penakut, 

Rasul saw menjawab:”mungkin”
Mungkinkah seorang mukmin itu bakhil ?”. Jawab Rasulullah : “mungkin”.
Sahabat kembali bertanya : “Mungkinkah seseorang mukmin al Kadzab (berdusta) ?
Rasul saw menjawab : “Tidak mungkin”.

Terkadang kita berbohong tetapi dalam kesadaran diri kita, kita tidak merasakan bahwa ada masalah besar dengan akhlak kita, padahal sekelumit kisah di atas, seolah-olah larangan keras dari rasul saw untuk orang-orang yang berbohong, bahkan bohong mengeluarkan manusia dari bingkai keimanannya. Pada postingan penagih pajak yang jujur di sana banyak pelajaran berharga yang membuat kita bisa membedakan dengan jelas prilaku pejabat terdahulu dan sekarang
 
Unduh dari newwpthemes | Editor by Pusat Khutbah -